Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Home / Pendidikan / Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Wajib Beli Buku Dikeluhkan Wali Siswa

Orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cangkuang dan Kecamatan

Pameungpeuk Kabupaten Bandung, mengeluhkan adanya aturan pembelian buku tahun ajaran 2019-2020 dari sekolah.

Salah seorang wali murid berinisial, AR, 35, mengungkapkan, pada tahun ajaran baru ini kembali pihak sekolah mewajibkan semua siswa membeli buku Tematik I dan II, disalah satu toko buku yang ada di Soreang. Hal tersebut membuat orangtua merasa terbebani. Terlebih berakibat pada anak yang tidak mau masuk sekolah karena belum mempunyai buku yang harus dibeli.

”Itu terjadi pada anak saya sendiri (tidak mau sekolah). Ya itu alasannya karena belum dibelikan buku,” ungkap AR, saat ditemui di Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7).

Menurutnya, hapir setiap tahun peraturan itu diberlakukan, sehingga banyak dikeluhkan para orang tua siswa.

”Sejak anak saya duduk di kelas 1 hingga saat ini di kelas 3

, setiap semester selalu dibebani untuk membeli buku,” ujarnya.

Dia mengaku, kewajiban membeli buku itu masih terjadi hingga saat ini. Padahal hampir semua masyarakat tahu dan mengerti kalau aturan dari pemerintah sekolah tidak boleh membebani siswa dengan biaya apa pun.

”Saya tau semua kan sudah dipenuhi dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” ucapnya.

Untuk itu, ia mempertanyakan dasar dan aturan yang dikeluarkan sekolah, khususnya sekolah yang berada di

di Kecamatan Cangkuang. Kendati merasa terbebani, namun dirinya terpaksa membelikan buku yang diwajibkan itu, meski harus pergi ke wilayah Soreang.

”Kalau enggak beli khawatir anak saya kena sanksi. Sempat sih ingin

mempertanyakan masalah ini ke guru. Tapi setelah tanya ke orang tua siswa yang lain tetap harus beli buku itu. Sementara, orangtua murid yang lain cuma omong-omong aja di belakang,” akunya.

Senada dengan AR, ON, 40, orang tua siswa lainnya juga mengeluhkan aturan yang mewajibkan pembelian buku itu. Orangtua yang anaknya sekolah di SD Negeri di Kecamatan Pameungpeuk itu, mengatakan, mungkin tidak akan masalah aturan itu dikeluarkan jika siswa dari keluarga mampu. Namun bila seperti dirinya, tentu itu sangat memberatkan.

”Iya, memang harus beli tematik 1 sampai 3. Satu buku harganya Rp 25.000. Tapi bagi yang gak punya uang, pasti berat,” singkatnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana mengatakan, seluruh buku di SD dan SMP dibiayai dari dana BOS. Sehingga, seharusnya sekolah tidak membebani orang tua siswa untuk beli buku.

”Semua buku mata pelajaran sudah dianggarkan oleh BOS dan gratis,” tegasnya.

 

Baca Juga :