Tips Mengajarkan Anak Melindungi Diri

Home / Pendidikan / Tips Mengajarkan Anak Melindungi Diri

Tips Mengajarkan Anak Melindungi Diri

Tips Mengajarkan Anak Melindungi Diri

Perlindungan diri urgen untuk diajarkan untuk anak sedini mungkin. Sebab, durjana dapat mengintai sewaktu-waktu, tanpa peduli berapa pun umur seseorang. Berikut ini sejumlah tips mengajarkan anak mengayomi diri guna Anda dan keluarga.

Memperkenalkan Anggota Tubuh

Setiap anak butuh mengenal anggota tubuhnya sendiri, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setiap anggota tubuh itu memiliki faedah tertentu yang menciptakan seseorang hidup sehat, misalnya, hidung dipakai untuk bernapas, mata guna melihat, dan telinga guna mendengar.

Namun, tidak seluruh orang mempunyai anggota tubuh yang sama. Laki-laki dan wanita mempunyai alat kelamin yang bertolak belakang dengan kegunaannya masing-masing. Dengan mengetahui urusan itu langsung dari orang tua, mereka tidak butuh lagi menggali tahu dari orang beda atau sumber lain, yang malah akan membahayakan.

Sampaikan Batasan-batasan

Anggota tubuh anak ialah milik individu yang mesti dipertahankan sendiri. Saat mengajarkan anak mengayomi diri, ucapkan kepadanya bahwa tidak terdapat satu orang juga yang boleh membuka pakaiannya di samping orang tua. Di samping itu, katakan pula kepadanya bagian-bagian tubuh mana yang boleh dan jangan disentuh oleh orang lain, serta siapa saja yang boleh menyentuhnya. Di samping itu, ajarkan pun kepadanya untuk dapat menghormati tubuh orang beda dengan tidak memegang, mencubit, atau memukul teman-temannya.

Ajarkan Anak Berkata “Tidak”

Sikap baik seseorang kerap dirasakan anak sebagai ciri orang yang baik sampai-sampai mereka dapat mudah percaya begitu saja, sekalipun pada orang yang tidak dikenal. Padahal, durjana kerap hadir dalam wujud seseorang yang berpura-pura baik. Misalnya, seseorang tiba-tiba memberi anak makanan atau berniat mengantar anak kembali dari sekolah.

Saat mengajarkan anak mengayomi diri, katakan pada mereka guna tidak gampang percaya pada orang asing yang belum dikenal. Saat terdapat orang yang menyerahkan makanan, menawari jemputan, atau mengajaknya pergi ke sebuah tempat, anak mesti berani berbicara “tidak”.

Ajarkan Cara Melawan

Saat anak berada dalam kondisi yang tidak aman, ia mesti dapat melawan. Bagi itu, Anda dapat mengajarkan anak mengayomi diri, yaitu dengan teknik berteriak dan berlari. Teriakan anak akan unik perhatian tidak sedikit orang sehingga dapat menyelamatkannya. Sementara dengan berlari, anak dapat terhindar dari pelaku kejahatan.

Namun yang butuh diperhatikan, ketika berlari, anak mesti memilih lokasi yang ramai, laksana toko, kantor, atau ruang guru. Sebaliknya, berlari ke lokasi yang sepi malah akan riskan karena dapat menjadi lokasi yang strategis untuk pelaku guna melancarkan aksi kejahatannya.

Didik Mereka supaya Selalu Terbuka pada Orang Tua

Sebagian anak pernah pernah menjadi korban kejahatan, mulai dari dicubit teman, dipukul, hingga pelecehan seksual. Namun sayangnya, tidak seluruh tindakan tersebut dikisahkan kepada orang tua mereka. Akibatnya, anak dapat mengalami trauma dan ketakutan guna bergaul dengan teman-temannya.

Mengajarkan anak mengayomi diri mesti diiringi dengan sikap tersingkap dalam berkomunikasi. Sebagai orang tua, terdapat baiknya kita bersahabat baik dengan anak. Gunakan tidak jarang kali bahasa yang santun serta tidak gampang menyalahkan anak atas tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, anak bakal percaya sepenuhnya untuk Anda dan tidak fobia bercerita apa juga atas segala urusan yang terjadi pada dirinya di luar rumah.

Sebagai orang tua, Anda barangkali tidak dapat menjaga buah hati sekitar 24 jam. Namun dengan mengajarkan anak mengayomi diri, keselamatannya tentu dapat lebih terjamin. Meskipun demikian, tetap awasi mereka dan pastikan mereka dikelilingi orang-orang baik yang dapat Anda percaya.

Sumber : http://www.sanlien.com.tw:82/gate/gb/www.pelajaran.co.id