Pendidikan Karakter untuk anak didik

Home / Pendidikan / Pendidikan Karakter untuk anak didik

Pendidikan Karakter untuk anak didik

Pendidikan Karakter untuk anak didik

Tingkat IQ seseorang anak tidak memastikan akan menyusun karakter yang baik. Dewasa ini sikap anak didik merasakan penurunan menyeluruh bersangkutan dengan sikap sopan santun. Pada hakikatnya setiap insan memiliki jati diri yang berbeda-beda tetapi semua urusan itu dibulatkan melalui nilai-nila sosial yang di bina di lingkungan masyarakat.

Pada hakikatnya masing-masing anak memiliki jati diri yang dipecah menjadi sejumlah kategori yaitu:

1. Sanguine : jati diri ini mempunyai ciri anak-anak yang suka pada urusan yang praktis, happy dan tidak jarang kali ceria, suka sekali kejutan dan bersosial. Tipe anak ini dapat anda kembangkan karakternya dan didorong untuk menyusun karakter yang lebih peduli dan tidak congkak antar sesame.

2. Koleris : jati diri ini mempunyai ciri paling mandiri, tegas, berapi-api, suka kendala dan menjadi bos untuk dirinya sendiri. Sikap anak didik ini dapat anda dorong sebagai pemimpin yang baik untuk lingkungannya.

3. Plegmatis : tipe ini memiliki jati diri yang suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka pada evolusi mendadak, dan suka menjadi rekan bicara antar sesame, serta menyenangi hal yang pasti.

4. Melankolis : jati diri ini mempunyai ciri menyenangi hal-hal yang detil, menimpan kemarahan, perfeksionis, suka instruksi yang jelas, dan senang melakukan pekerjaan rutin yang ia sukai. Kepribadian ini dapat anda dorong guna meeningkatkan sikap perfeksionisnya pada arah yang positif.
Setiap anak memiliki keunggulan dan kelemahan atas kepribadiannya, tetapi dapat dikembangkan menjadi potensi-potensi positif. Hal ini lah yang disebut karakter, yaitu jati diri yang di bina seiring dengan pembentukan lingkungan sekita.

Maka dari tersebut sebagai kepanjang tangan orang tua pada anak, sebagai guru anda memiliki keharusan untuk menajamkan potensi jati diri pada anak untuk menyusun karakter yang baik dan siap untuk kegiatan anak didik dimasa depan. Misalnya, seorang koleris murni tetapi paling santun dalam mengucapkan pendapat dan instruksi untuk sesamanya, seorang yang sanguin dapat membawa dirinya guna bersikap serius dalam kondisi yang memerlukan ketenangan dan perhatian fokus. Itulah karakter. Lalu apakah telah kita mendidik karakter anak-anak cocok dengan jati diri mereka ?

Sumber : http://klinikabudzdorov.ru/bitrix/rk.php?id=18&event1=banner&event2=click&event3=1+%2F+%5B18%5D+%5BMAIN_BLUE%5D+%C1%E0%ED%ED%E5%F0+%ED%E0+%E3%EB%E0%E2%ED%EE%E9+%CC%EE%F1%EA%E2%E0&goto=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id