Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

Home / Pendidikan / Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

Pelaku Industri Keberatan dengan Rencana Kenaikan TDL

BANDUNG – Per 1 Mei, tarif listrik untuk industri akan kembali naik cukup signifikan,

38,9 persen. Kenaikan sebesar 38,9 persen itu berlaku bagi industri golongan I3 yang sudah go public dan 64,7 persen bagi I4.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Deddy Widjaya mengatakan naiknya TDl tentu memberatkan bagi pelaku industri dan akan berimbas pada melemahkan daya saing industri nasional.

“Itu karena kelompok industri golong I-3 dan I-4 mayoritas berada pada sektor hulu.

Karenanya, kammi sangat berkeberatan jika pemerintah menaikkan TDL,” tandas dia.

Menurutnya, apabila industri skala besar mengalami kenaikan TDL, imbasnya tidak hanya dirasakan seluruh industri lainnya, tetapi juga  konsumen. Pasalnya, jelas dia, kenaikan itu menyebabkan naiknya biaya operasional. Untuk menutupi biaya operasional, sambung Deddy, industri menaikkan harga jual.

“Kondisi itu membuat daya beli masyarakat melemah. Jika daya beli masyarakat melemah,

tentunya, produk-produk industri lokal tidak laku. Industri tidak dapat survive. Akibatnya, dapat berpotensi membuat industri gulung tikar,” papar Deddy.

Ketua DPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat sepandapat, menyatakan kenaikan TDL golong I-3 dan I-4 sangat memberatkan karena industri pada golongan-golongan itu merupakan sektor hulu. “Efeknya dapat dirasakan industri pada sektor hilir.”

Dia menilai keputusan pemerintah kontra produktif dengan keinginannya. Dijelaskan, pemerintah senantiasa dan terus meminta industri nasional meningkatkan daya saing. Sisi lain, tambah Ade, pemerintah justru menerbitkan putusan menaikkan biaya operasional, yang satu komponennya adalah TDL. jo

 

Baca Juga :