Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Home / Pendidikan / Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Mendikbud Ajak Generasi Muda Teladani Dua Tokoh Ini

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengajak generasi muda meneladani dua sosok teladan di dunia pendidikan. Kedua tokoh tersebut yaitu Raden Ajeng Kartini dan Ki Hadjar Dewantara.

“Kartini itu memiliki dimensi yang sangat banyak, perempuan, sekaligus tokoh Ibu Literasi Indonesia, di samping itu tentu saja beliau tokoh pendidikan. Beliau yang pertama-tama menekankan pentingnya pendidikan,” kata Muhadjir Effendy dalam acara Peringatan Hari Buku Sedunia, di Rumah Dunia, Kampung Ciloang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Provinsi Banten, Sabtu (21/4/2018).

Kartini tidak sekadar memikirkan ide-idenya, namun ia menuliskannya. Mendikbud

berharap perempuan Indonesia aktif menulis, seperti Kartini. “Beliau bisa dinobatkan menjadi pelopor literasi nasional,” tambah Mendikbud.

Selain sosok Kartini, Muhadjir menyebutkan sosok lain yakni Ki Hadjar Dewantara. Ia dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia sekaligus peletak dasar pendidikan yang fundamental di negeri ini. “Makanya pada tanggal 2 Mei kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional,” kata Muhadjir.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud sangat mendukung peringatan Hari Buku Sedunia

yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Kartini, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ia juga mengapresiasi para relawan Gerakan Literasi Nasional yang menggagas acara di Serang Banten ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Taman Baca Nasional, Firman Hadiansyah mengatakan sosok Kartini akan terus aktual untuk masyarakat hari ini dalam gerakan literasi. Satu hal yang menjadi kelebihan Kartini karena ia menulis.

“Mengapa tidak Cut Nyak Dien? Karena Kartini menuliskan kegelisahannya, menyajikan persoalan dan menawarkan solusi. Itu abadi hingga saat ini. Kartini bukan sekadar Ibu Bangsa namun Ibu Literasi. Bukan sekadar bicara konde dan kebaya, meski itupun penting. Lebih dari itu Kartini mengakses bacaan dan pengetahuan,” kata Firman. (Nur Widiyanto)

 

Sumber :

http://www.macrothink.org/journal/index.php/ajfa/comment/view/11810/10136/10717