Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Home / Pendidikan / Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Lulusan UK Petra Ciptakan Fasilitas Terapi untuk Penderita Bipolar

Dewasa ini masyarakat hidup dengan pola movement yang tinggi. Pola hidup yang tinggi

membuat tingkat stres juga tinggi, seperti terjangkit bipolar. Hal ini yang menjadi konsentrasi Ronaldo Fantoni mahasiswa Program Studi Arsitektur UK Petra.

Bipolar menjadi konsen Ronaldo karena penyakit ini belum mendapat perhatian serta bisa mengganggu kehidupan seseorang dan orang sekitarnya. Misalnya saja seperti kasus salah satu penembak mobil dinas pejabat di Surabaya diduga pelakunya alami ganguan Bipolar.

Bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa depresi atau nama lainnya manic depressive.

“Saya sangat prihatin terhadap isu kesehatan mental ini apalagi di kalangan masyarakat produktif.

Masyarakat luas pun belum merasa waspada akan hal ini, dan terapi bipolar belum terfasilitasi dengan baik,” ungkap Ronaldo Fantoni saat ditanya latar belakang memilih TA (Tugas Akhir) yang berjudul Fasilitas Terapi bagi Penderita Bipolar di Surabaya.
Baca Juga:

FIKOM UK Petra Luncurkan 2 Program Baru
UK Petra Resmikan Gedung Perkuliahan dan Auditorium Baru
Grup Teater Flying Baloons Puppet Concern Dengan Isu Lingkungan
Mahasiswa Baru UK Petra Ajak Siswa SD Beragam Kegiatan Bermanfaat
Teater UK Petra Ungkap Keadaan Negeri Melalui Pertujukan Seni

Ronaldo, wisudawan yang berhasil meraih IPK 3,69 ini merancang fasilitas untuk memulihkan, merawat dan mengembangkan diri bagi para pengidap bipolar. Selain sebagai tempat pemulihan, fasilitas ini akan menjadi wadah bagi komunitas-komunitas atau lembaga yang peduli terhadap Orang dengan Gangguan Bipolar (ODB) untuk berkumpul dan berkegiatan seperti acara workshop dan seminar kesehatan.

Fasilitas ini juga dilengkapi area residensial yang difungsikan sebagai tempat rawat inap bagi pasien

yang datang dari dalam maupun luar kota Surabaya. Dengan bekal ilmu arsitektur yang dimilikinya, Ronaldo berharap mampu memberikan manfaat dan ruang nyaman bagi penderita Bipolar.

“Apa yang saya desain ini memungkinkan penderita bipolar mampu mendapatkan perawatan tanpa mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/a-record-number-of-students-have-applied-in-uk-to-study-medicine/