Lelahnya Mengurus Anak Laki-Laki

Home / Umum / Lelahnya Mengurus Anak Laki-Laki

Lelahnya Mengurus Anak Laki-Laki

Lelahnya Mengurus Anak Laki-Laki – Masing-masing anak memiliki tantangan tersendiri dalam mengasuhnya. Baik itu anak wanita juga anak laki-laki , punya karakter dan tempramen yg berbeda-beda. Lantaran itu, penting bagi orangtua buat lebih peka mengenali kepribadian si Kecil.

Bagi yang memiliki anak lelaki, bersiap-siaplah. Anak lelaki lebih aktif secara fisik. Mereka sangat enerjik, suka sekali permainan fisik & lebih agresif dibandingkan dengan anak wanita.

“Meniru superhero favoritnya, berlari, melompat, menendang bahkan memukul. Semua dilakukannya lantaran anak merasa itu keren. Hal ini sangat masuk akal, perilaku anak lelaki memang cenderung agresif, tapi jangan dihadapi menggunakan perilaku yg keras pula,” ujar seorang psikolog, Ted Zeff, Ph.D

Teriakan Anak Laki-laki

Teriakan atau ancaman memang bisa menghentikan perilaku anak yang tak terkendali secara cepat, akan tetapi hal itu tidak akan berlaku jangka panjang. Penting buat melakukan filter terhadap apa yang dicermati, ditonton, dan didengarkannya.

“Anak lelaki lebih cepat & sangat reaktif waktu melihat sesuatu yg bertema kekerasan. Pastikan tontonannya di tempat tinggal dikontrol dengan baik, televisi, dan gadget sangat mempengaruhinya,” ucap Ted.

Energi

Energi anak lelaki begitu akbar. Sangat disarankan buat menyalurkannya melalui aktivitas permainan atau olahraga yang menguras fisik seperti memasukkan ke klub bola, les renang, bela diri, atau aktivitas lain yang disukainya.

“Energinya sanggup tersalurkan menggunakan baik & sanggup membangkitkan agama dirinya. Anak pun telah terlalu lelah untuk menonton televisi atau YouTube. Sesampainya pada tempat tinggal umumnya mereka langsung terlelap,” celoteh Zeff, dikutip dari Psychcentral.

Cara Berkomunikasi

Hal yang juga harus diperhatikan merupakan membangun kebiasaan komunikasi yang efektif. Membuat anak terbiasa menyampaikan perasaan dan emosinya tanpa menyakiti orang lain. Bagaimana caranya?

“Orangtua merupakan contoh terbaik. Mulailah dulu bercerita dalam anak apa yg dialami pada tempat kerja atau saat bertemu orang lain. Contohkan padanya bagaimana bersikap, bersosialisasi. Anak pria sangat membutuhkan contoh nyata sehari-hari,” istilah Zeff.

Baca Juga: