Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Home / Pendidikan / Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Guru Terdampak Gempa Lombok Dapat Tunjangan Khusus

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan,

untuk memotivasi para guru agar kembali beraktivitas pascagempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyediakan anggaran senilai Rp 55.953.000.000, dengan Rp 5,9 miliar untuk tunjangan khusus guru yang terdampak gempa NTB.

Muhadjir menuturkan, tunjangan khusus tersebut diberikan kepada guru mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) selama enam bulan terhitung sejak Minggu (9/9). Ada pun besarannya adalah, untuk guru PNS akan diberikan Rp 1,5 juta/bulan dan guru honorer senilai Rp 2 juta/bulan.

Muhadjir mengatakan, dana tersebut dapat dicairkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI)

atas nama masing-masing guru. Maka, ia mengimbau guru yang terkena dampak gempa untuk segera mendaftarkan diri apabila belum terdaftar.

“Sebetulnya tidak ada anggaran untuk ini (tunjangan khusus guru,red). Tapi ini diadakan untuk memberi motivasi bagi para guru. Jadi ini dana khusus untuk guru yang terdampak gempa. Bagi yang tidak, jangan mendaftarkan diri,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini saat melakukan pembagian buku tabungan dana tunjangan khusus kepada guru korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (9/9).

Muhadjir mendorong dinas dan juga lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP)

untuk mendata guru yang menjadi korban gempa agar tidak ada salah sasaran. Sementara itu, berdasarkan data Kemdikbud, jumlah guru yang terdaftar dampak gempa sejauh ini ada 5.298 guru. Dengan rincian, guru di Lombok Barat ada 28 guru dengan total tunjangan Rp 300 juta, Lombok Timur ada 2.480 guru dan total tunjangan Rp 26,4 miliar dan Lombok Utara untuk 2.743 guru dengan total tunjangan Rp 29 miliar.

Dengan adanya tunjangan khusus tersebut, Muhadjir mengharapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sempat terhenti tidak boleh terjadi lagi. Tunjangan tersebut bertujuan untuk mendorong guru mengajak siswa kembali belajar dalam keadaan apa pun. Pasalnya, jika terlalu lama anak tidak belajar, mereka akan lupa materi pelajaran dan semangat belajar menurun.

Muhadjir menyarankan agar tunjangan tersebut jangan langsung dihabiskan karena jika dikumpulkan selama enam bulan bisa sebagai dana membangun kembali rumah yang lebih layak. Muhadjir tidak menutupi kemungkinan akan ada penambahan jumlah penerima seiring dengan pemutakhiran dan verifikasi data. Menurutnya, bantuan kepada guru pascagempa sesuai dengan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2017 terkait perlindungan terhadap guru. Untuk itu, tunjangan khusus guru ini dialokasikan langsung dari pemerintah pusat.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/